Abstract

Kaum sufi menapaki jalan yang berbeda untuk menuju hakikat, mereka tidak menggunakan akal dan rasio untuk sampai pada hakikat. Akan tetapi, akal bukan satu-satunya jalan untuk menuju hakikat. Karena kita sering melihat sesuatu yang di luar jangkauan akal dalam hidup ini. Jalan yang ditempuh kaum sufi untuk menuju hakikat seperti kasyf, dzauq, 'iyan, musyahadah dan sebagainya dinilai sebagai sesuatu yang samar, tidak mempunyai batasan dan kaidah pasti, bahkan sering kali bercampur dengan igauan, mimpi, khayalan dan angan-angan. Tapi yang perlu kita ingat adalah bahwa media-media tersebut telah mampu menuntun manusia untuk memecahkan sesuatu yang tidak bisa dipecahkan oleh akal dan hukum-hukum fisika. Tulisan ini akan mengkaji gagasan-gagasan dua tokoh tasawuf besar yaitu Ibnu Arabi dan Ibnu al-Farid yang hidup pada abad keenam dan ketujuh Hijriah. Tulisan ini secara spesifik akan mengkaji tiga gagasan penting ke dua tokoh tersebut. Yaitu al hubb al Ilahi, wahdat al Wujud dan wahdat al adyan.

Details

Title
Memahami Tasawuf Ibnuu Arabi dan Ibnuu al Farid: Konsep al Hubb Illahi, Wahdat al Wujud, Wahdah al Syuhud dan Wahdat al Adyan
Author
Fuadi, Muhammad Robith
Section
Articles
Publication year
2013
Publication date
2013
Publisher
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
ISSN
18584349
e-ISSN
24425249
Source type
Scholarly Journal
Language of publication
Indonesian
ProQuest document ID
2030924337
Copyright
© 2013. This work is licensed under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ (the “License”). Notwithstanding the ProQuest Terms and conditions, you may use this content in accordance with the terms of the License.