Content area
Full text
ABSTRACT: This narrative study aims to explore the emotional experiences of two Indonesian students pursuing a doctorate (PhD) degree in Australia during the COVID-19 pandemic. Drawing on semi-structured interview data, we found that the prevalence of COVID-19 affected the participants ' emotions and behaviors. Both participants experienced different emotions and behaviors in facing various challenges during the pandemic. The study stresses the importance of independence, family support, social support, and university support that the participants needed to reduce their anxiety and stress due to some social restrictions during the outbreak of COVID-19, especially for those who are extrovert.
ABSTRAK: Penelitian naratif ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman emosional dua orang mahasiswa program doktor asal Indonesia yang sedang belajar di Australia selama pandemi COVID-19. Berdasarkan data wawancara semi-terstruktur, kami menemukan bahwa dampak COVID-19 memengaruhi emosi dan perilaku partisipan. Kedua partisipan mengalami emosi dan perilaku yang berbeda satu sama lain dalam menghadapi berbagai tantangan selama pandemi. Penelitian ini menekankan pentingnya kemandirian, dukungan keluarga, dukungan sosial dan dukungan universitas yang diperlukan oleh partisipan untuk mengurangi perasaan cemas dan stres yang diakibatkan oleh berbagai pembatasan sosial di masa COVID-19, terutama bagi partisipan yang berkepribadian ekstrover.
Keywords: COVID-19, emotional experience, Indonesia, students ' emotions, PhD students [COVID-19, pengalaman emosi, Indonesia, emosi mahasiswa, mahasiswa doktorļ
PENDAHULUAN
Penyebaran wabah COVID-19 mengubah wajah pendidikan dunia. COVID-19 membawa dampak disrupsi pendidikan dalam skala yang begitu luas berupa penutupan sementara sekolah hingga universitas. Pembelajaran yang semula berbentuk tatap muka harus beralih menjadi pembelajaran daring. Misalnya, dalam konteks pendidikan tinggi, peralihan mendadak ini menimbulkan beragam tantangan, seperti ketidaksiapan institusi dan mahasiswa untuk melakukan pembelajaran daring secara penuh. Telah banyak penelitian yang membahas tentang dampak COVID-19 terhadap pendidikan (Baloran, 2020; Bao, 2020; Demuyakor, 2020; Quattrone, Borghini, Emdin & Nuti, 2020; Xue, Li, Li & Shang, 2020), namun pembahasan yang menekankan pengalaman emosional mahasiswa internasional masih terbatas. Berdasarkan penelitian oleh Nguyen dan Balakrishnan (2020), pandemi COVID-19 memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa internasional. Oleh karena itu, penelitian yang membahas perspektif sisi psikologis diperlukan agar bisa memahami permasalahan mahasiswa internasional secara komprehensif.
Mahasiswa internasional terutama yang berasal dari Asia menjadi sorotan selama krisis kesehatan yang disebabkan oleh COVID-19. Di Australia, misalnya, rasisme terjadi dengan menganggap bahwa orang berwajah Asia adalah penyebar virus. Tanggapan pemerintah pun menjadi tolok ukur...





