Content area
Boarding school adalah sistem sekolah berasrama, dimana peserta didik, guru, dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu semester diselingi dengan libur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya. Dalam program boarding school peserta didik dapat terpantau selama 24 jam oleh guru. Guru dapat memastikan waktu belajar peserta didik bahkan dapat mendampingi belajar peserta didik serta membantu mengajarkan kembali bila dibutuhkan. Di samping itu, dalam boarding school siswa dididik untuk memiliki karakter spiritual, humanisme, sosial dan kemandirian.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yakni kepala madrasah dan guru di SMP Muhammadiyah 1 Sirampog Brebes. Adapun objek dalam penelitian ini adalah Manajemen Peserta Didik Melalui Program Boarding Weekend.
Hasil penelitian menunjukkan: 1. Perencanaan program pendidikan boarding weekend di SMP Muhammadiyah 1 Sirampog dilakukan dengan menentukan tujuan, visi dan juga misi untuk memudahkan dalam melaksanakan program nantinya, perencanaan kurikulum program pendidikan yang akan dijalankan ketika pelaksanaan nanti. 2. Pelaksanaan program pendidikan boarding weekend di SMP Muhammadiyah 1 Sirampog dilakukan moral knowing yaitu melakukan pengajian kitab dan kegiatan pembelajaran di sekolah. moral feeling untuk membangun kesadaran dan rasa cinta dengan program Tahfidz Al Qur’an, melakukan pembiasaan kegiatan pondok dan beradab, moral action yaitu menerapkan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) serta mengedepankan adab, mengaji dan menghafal Al Qur’an, sholat berjamaah (Sholat wajib, Dhuha, dan sholat Jum‟at), dan berdoa sebelum dan sesudah belajar. 3. Evaluasi program pendidikan boarding weekend di SMP Muhammadiyah 1 Sirampog dilakukan menggunakan model evaluasi CIPP (context, input, process, product).